BRMP Sumatera Barat Dukung Pengembangan Padi Kusuik Putiah untuk Swasembada Pangan
Agam (2/6) – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat terus mendorong penguatan kemandirian benih melalui dukungan terhadap pengembangan varietas padi lokal unggulan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pendampingan kegiatan pengambilan Nukleus Seed (NS) dan Breeder Seed (BS) varietas padi Kusuik Putiah di Kelompok Tani Rimbun, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Selasa 2 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Agam, penyuluh pertanian, dan petani penangkar ini merupakan bagian dari proses produksi benih sumber guna menjamin ketersediaan benih bermutu. Ketersediaan benih bermutu merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung program swasembada pangan.
Varietas Kusuik Putiah merupakan salah satu padi lokal Sumatera Barat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain memiliki nilai historis dan budaya bagi masyarakat setempat, varietas ini juga menjadi sumber daya genetik yang penting untuk dilestarikan dan dimanfaatkan dalam pengembangan perbenihan daerah.
Dalam kegiatan ini, tim BRMP Sumatera Barat melakukan pendampingan teknis pada proses panen dan pengambilan sampel benih untuk memastikan seluruh tahapan dilaksanakan sesuai dengan standar perbenihan. Pendampingan ini bertujuan menjaga mutu genetik, kemurnian varietas, serta kualitas benih yang dihasilkan agar memenuhi persyaratan dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber benih pada tahap perbanyakan berikutnya.
BRMP Sumatera Barat menegaskan bahwa pengembangan varietas lokal merupakan bagian dari strategi memperkuat kemandirian benih. Dengan semakin banyak benih bermutu yang diproduksi dan tersedia di tingkat daerah, ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar wilayah dapat dikurangi sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, petani, penyuluh, dan lembaga teknis, diharapkan pengembangan padi Kusuik Putiah dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjaga kelestarian plasma nutfah lokal, langkah ini juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Sumatera Barat.